BSD City
Benny santoso

Benny Santoso

News

Informasi perkembangan BSD City

view:  full / summary

BSD Bentuk Perusahaan Baru Proyek Tol

Posted by benny.bsdcity on February 12, 2014 at 12:25 PM Comments comments (0)

Tuesday, 28 January 2014

Jakarta, Neraca.co.id

Agresif menggarap proyek jalan tol Serpong-Balaraja, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mendirikan perusahaan baru untuk dapat mengikuti tender yang akan ditentukan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). "Dari kami sudah siapkan companynya, yakni PT Trans BSD Balaraja. Nantinya perusahaan ini akan mengikuti tender yang akan ditentukan oleh BPJT." kata Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, Hermawan Widjaja di Jakarta, Senin (27/1).

 

Sebagian besar kepemilikan saham pada perusahaan tersebut, sambung dia, dimiliki BSDE, sedang sisanya dimiliki perusahaan lain. Dengan ketentuan yang ditetapkan BPJT, PT Trans BSD Balaraja nantinya akan mengikuti tender untuk proyek tol Serpong-Balaraja tersebut. "Perusahaan lain besarnya sekitar 25 dan 25%. Company untuk masuk ke tol itu kita 50%." jelasnya.

 

Untuk tendernya sendiri, menurut dia, baru akan dimulai sehingga belum dapat diperkirakan berapa biaya yang dibutuhkan. Yang jelas, perseroan berencana menggunakan kas internal untuk kepentingan proyek ini. Pasalnya, perseroan masih memiliki dana yang cukup hingga 2015 maupun dari hasil right issue. "Total per September 2013 tercatat Rp3,8 triliun." ujarnya.

 

Dia menegaskan, tol ini sendiri bukan bisnis utama perseroan, namun karena nantinya melintasi proyek BSD sehingga ada kepentingan untuk proyek BSD. Sementara dari berbagai pengembangan proyek yang dilakukan, perseroan menargetkan marketing sales pada 2014 sebesar Rp5,7 triliun. Target tersebut lebih rendah dari perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp7,35 triliun.

 

Kenaikan suku bunga acuan perbankan (BI Rate) pada 2013 dan kecenderungannya untuk kembali mengalami peningkatan di tahun ini, kata Hermawan menjadi salah satu alasan yang membuat perseroan tidak menargetkan penjualan 2014 lebih besar dari tahun sebelumnya. "Kita tidak turunkan harga jual, secara umum 50% pembeli kita ambil KPR dan sisanya ambil cash dan cicilan bertahap," ujarnya

 

Adapun penjualan pemasaran (marketing sales) yang dicatatkan perseroan pada 2013 sebesar Rp7,35 triliun, naik tipis dari target yang dipatok sebelumnya sebesar Rp7 triliun. Angka marketing sales tahun lalu dinilai mengalami pertumbuhan 72% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp4,28 triliun.

 

Meningkatnya marketing sales perseroan didukung pendirian perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan dua mitra internasional, yakni Hongkong Land dan AEON Mall Jepang serta Dyandra. Ini menjadi bekal yang solid bagi pertumbuhan penjualan di tahun-tahun mendatang. Pihaknya mencatat, pertumbuhan marketing sales secara organik sebesar 26% atau Rp5,4 triliun, yang dikontribusi dari penjualan unit-unit properti, seperti rumah tapak, rumah toko, kawasan industri dan perkantoran.

 

Penjualan tanah menjadi kontribusi terbesar angka marketing sales perseroan pada tahun lalu, dengan total mencapai Rp3,29 triliun atau sekitar 45% dari total marketing sales. Segmen ini juga tumbuh 162% dibanding 2012 senilai Rp1,25 triliun. Adapun segmen perumahan membukukan marketing sales mencapai Rp2,72 triliun, naik 26% dibanding tahun sebelumnya Rp2,17 triliun. Sementara segmen industrial tumbuh 475% menjadi Rp230,10 miliar yang dipicu tingginya minat konsumen atas produk-produk perseroan. (lia)

 

BSDE mencatat kenaikan marketing sales 72% di 2013

Posted by benny.bsdcity on February 12, 2014 at 12:20 PM Comments comments (0)


Thursday, 23 January 2014

Jakarta, Kontan.co.id

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), salah satu anak usaha properti dari Sinarmas Land berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp 7,35 triliun di tahun 2013. Perolehan itu di atas target perseroan yang dipatok sebesar Rp 7 triliun.

 

"BSDE membukukan pertumbuhan penjualan pemasaran 72% year on year (YOY), Bandingkan dengan pencapaian akhir tahun 2012 lalu sebesar Rp 4,28 triliun dengan pencapaian target 105% atau 5% di atas target yang ditetapkan," papar Hermawan Wijaya Direktur & Sekretaris Perusahaan BSDE dalam keterbukaan informasi hari ini, Kamis (23/1).

 

Kenaikan marketing sales BSDE tahun 2013 terjadi setelah adanya kerjasama dengan Hongkong Land dan AEON Mall Jepang serta Dyandra. Kerjasama dengan mitra itu membuat kinerja perseroan mampu mencatat akselerasi di 2013.

 

Diluar penjualan secara an-organik tersebut di atas, perseroan membukukan pertumbuhan penjualan pemasaran organik 26% dengan nilai Rp 5,4 triliun di 2014. Angka tersebut bersumber dari penjualan unit-unit properti seperti rumah tapak, rumah toko, kawasan industri dan perkantoran.

 

Sepanjang 2013, segmen penjualan tanah menjadi kontribusi terbesar angka penjualan marketing Perseroan. Segmen tersebut membukukan total angka penjualan marketing salessebesar Rp 3,29 triliun, atau 45% dari total penjualan marketing sales. Segmen ini juga tercatat tumbuh 162% dibandingkan angka penjualan FY 2012 yakni Rp 1,25 T.

 

Sedangkan segmen perumahan tahun ini membukukan angka marketing sales Rp 2,72 triliun, tumbuh 26% ketimbang periode yang sama tahun 2012 yakni Rp 2,17 triliun. Tahun ini segmen perumahan tercatat sebagai kontributor terbesar kedua untuk total marketing sales setelah segmen kavling tanah.

 

Secara historikal, segmen ini menjadi kontributor terbesar dan diperkirakan akan menjadi tahun 2014 akan kembali menjadi kontributor terbesar bagi penjualan Perseroan. "Segmen industrial kami tumbuh mengesankan yakni 475% menjadi Rp 230,10 miliar berkat tingginya minta konsumen atas produk-produk yang kami luncurkan. Segmen non housing kian memberikan kontribusi yang solid guna menopang pertumbuhan Perseroan," Hermawan Wijaya menjelaskan.

Editor: Asnil Bambani Amri

 


Marketing Sales Bumi Serpong Damai Lebihi Target

Posted by benny.bsdcity on February 6, 2014 at 3:55 AM Comments comments (0)



Wednesday, 22 January 2014

Jakarta, Metrotvnews.com

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan marketing sales 2013 sebesar Rp7,35 triliun atau melampaui target 2013 sebesar Rp7 triliun. BSDE membukukan pertumbuhan penjualan pemasaran sebesar 72% year on year dibandingkan pencapaian pada akhir 2012 sebesar Rp4,28 triliun. Pencapaian target tersebut mencapai 105% atau 5% di atas target yang ditetapkan.

 

Demikian dipaparkan Hermawan Wijaya Direktur & Sekretaris Perusahaan PT Bumi Serpong Damai Tbk di Jakarta, Rabu (22/1). Dengan bermitra dan membuat perusahaan joint venture bersama dua mitra internasional seperti Hong Kong Land dan AEON Mall Jepang serta Dyandra, perseroan mengakselerasikan pertumbuhan penjualan pemasaran di 2013 dan menjadi bekal yang solid bagi pertumbuhan penjualan di tahun-tahun mendatang.

 

Di luar penjualan secara anorganik tersebut di atas, perseroan membukukan pertumbuhan penjualan pemasaran secara organik yakni 26% atau sebesar Rp5,4 triliun sepanjang 2014. Angka tersebut bersumber dari penjualan unit-unit properti seperti rumah tapak, rumah toko, kawasan industri dan perkantoran.

 

Sepanjang 2013 segmen penjualan tanah menjadi kontribusi terbesar angka penjualan marketing perseroan. Segmen tersebut membukukan total angka penjualan marketing sales sebesar Rp3,29 triliun atau 45% dari total penjualanmarketing sales. Segmen ini juga tercatat tumbuh 162% dibandingkan angka penjualan FY 2012 yakni Rp1,25 triliun.

 

Segmen perumahan tahun ini membukukan angka marketing sales sebesar Rp2,72 triliun atau tumbuh 26% ketimbang periode yang sama pada 2012 yakni Rp2,17 triliun. Tahun ini segmen perumahan tercatat sebagai kontributor terbesar kedua untuk total marketing sales setelah segmen kaveling tanah. (Wibowo)

 

Editor: Wisnu AS

 

Mau Beli Rumah di Serpong, Pertimbangkan Hal Ini!

Posted by benny.bsdcity on January 12, 2014 at 1:20 AM Comments comments (0)



RumahCom – Perkembangan properti di Serpong terbilang sangat pesat, terutama sejak Grup Sinar Mas masuk mengembangkan BSD City di 2004. Bahkan nilai properti di kawasan ini berhasil menyalip Cibubur yang sempat jadi primadona sejak mulai dikembangkan pada 1997.

 

Menurut Mokhamad Bakhtiar Azami, Serpong memiliki tiga kawasan paling prospektif, yakni Gading Serpong, BSD City, dan Alam Sutera. “Memang pasar properti di Serpong di-drive oleh developer,” jelas Principal Gudang Property ini.

 

Kawasan Serpong menjadi sangat menarik, imbuh Bakhtiar, karena lokasinya tidak jauh dari Jakarta. Beberapa faktor lain, seperti fasilitas mendukung—berupa mal, rumah sakit, dan sekolah—juga mendorong nilai investasi. Di sisi lain, infrastruktur dan akses yang baik juga menjadi pertimbangan.

 

Bakhtiar mengungkapkan, saat ini harga tanah di Serpong berkisar Rp4 juta/m² - Rp25 juta/m², tergantung lokasi dan fasilitas yang dimiliki.

 

“Untuk rumah, harganya berkisar Rp700 juta – Rp20 miliar per unit. Namun di ketiga perumahan besar tersebut, harganya sudah bermain di kisaran Rp1 miliar,” paparnya. “Sementara rumah yang paling banyak terserap pasar di Serpong berkisar Rp1 miliar – Rp2 miliar.”

 

Lebih lanjut, Bakhtiar menuturkan, capital gain rumah di Serpong berkisar 15% - 20%, sedangkan properti komersial seperti ruko bisa mencapai 25% - 30%,

 

“Apartemen juga banyak diminati di Serpong. Yield untuk apartemen bisa mencapai 10%, sedangkan capital gain berada di angka 15% - 20%,” tambah Bakhtiar.

 

Di sisi lain, perkantoran juga mulai menjamur di Serpong. Menurut Bakhtiar, sektor perkantoran lebih banyak  diisi tenant dari sektor perbankan, terutama untuk menjaring konsumen di Serpong.

 

Saat ditanya apakah properti di Serpong sudah over value, Bakhtiar menampiknya. Menurutnya, hal tersebut telah dikemukakan beberapa tahun belakangan, namun pada kenyataannya, penjualan properti di Serpong dalam setahun terakhir seperti tidak terpengaruh.

 

“Beberapa bulan terakhir ini memang terjadi penurunan penjualan, tetapi saya rasa lebih disebabkan karena faktor Pemilu tahun depan,” pungkas Bakhtiar.

 

Anto Erawan

[email protected]

@AntoSeorang

Pasar Properti Indonesia Menakutkan Investor Global

Posted by benny.bsdcity on January 12, 2014 at 1:20 AM Comments comments (0)



RumahCom – Urban Land Institute bekerja sama dengan lembaga survei internasional PricewaterhouseCooper (PwC) baru-baru ini merilis hasil riset yang dilakukan sepanjang 2013. Salah satu poin penting yang dicatat dalam hasil riset tersebut, bahwa Indonesia di tahun-tahun mendatang dinilai sebagai pasar yang sulit dimasuki oleh investor asing, khususnya di sektor properti.

 

Survei tersebut dilakukan terhadap 250 orang responden yang merupakan profesional di sektor keuangan, jasa, perusahaan properti, broker, dan konsultan. Survei terhadap 120 orang responden dilakukan dengan wawancara, sementara sisanya dengan mengisi kuesioner.

 

Ada berbagai jawaban yang diungkapkan ketika para responden itu ditanya mengenai kesediaan mereka berinvestasi di Indonesia, khususnya di sektor properti. Pada umumnya, para responden hanya mengenal dua pasar utama di Indonesia, yaitu Jakarta dan Bali. Sementara pasar lainnya sama sekali belum tersentuh.

 

Meski tergiur dengan tingginya angka pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sebagian besar responden mengungkapkan bahwa tidak mudah melakukan bisnis di Indonesia. Khususnya di sektor properti, tantangan terbesar datang dari status lahan.

 

“Saya pernah menemukan kasus tentang sebuah lahan yang memiliki lebih dari satu sertifikat. Dan semua sertifikat tersebut terlihat asli,” ungkap salah seorang responden.

 

Tantangan lain datang dari pengusaha properti lokal. “Pengusaha properti lokal di Indonesia sangat mendominasi pasar, dan mereka adalah orang-orang dengan modal yang tidak sedikit. Ditambah memiliki modal cadangan lahan luas yang dibeli dengan ongkos yang sangat murah puluhan tahun lalu,” ujar beberepa responden.

 

Meski para responden mengakui tantangan-tantangan itu, tidak menghentikan langkah mereka untuk terus melakukan tes pasar. “Banyak orang mengatakan Indonesia adalah kunci perekonomian global selanjutnya, dan kami tidak akan berhenti mencoba,” ungkap para responden.

 

Sudah siapkah Indonesia menghadapi banjirnya modal asing yang masuk?

Im Suryani

[email protected]@ngingims 

Foto: Anto Erawan

 

Pengelola BSD Siapkan Lahan untuk Kantor Polres

Posted by benny.bsdcity on January 6, 2014 at 12:45 PM Comments comments (0)

Friday, 03 January 2014

Tangerang Selatan, Tempo.co.id

Pengelola kawasan Bumi Serpong Damai menyambut usul Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dan Kapolres Kota Tangerang, Komisaris Besar Irfing Jaya, ihwal pembentukan kantor Polres di Tangerang Selatan (lihat: Perlu Ada Polres di Tangerang Selatan). Pengelola telah menyiapkan lahan untuk kebutuhan itu.

"Luasnya antara 500 meter sampai 2 hektare," kata Kepala Departemen Media Relations-External Relations Sinar Mas Land, Idham Muchlis, Jumat, 3 Januari 2014. Menurut Idham, lahan itu berada di beberapa lokasi. Jika dibutuhkan, tinggal dipilih saja.

 

Idham mengatakan, lahan itu memang disiapkan untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial. Beberapa di antaranya berada di kawasan BSD. Misalnya saja di Kelurahan Lengkong Gudang Timur. "Posisi persisnya berada di belakang Polsek Serpong saat ini," katanya.

 

Lahan tersebut, kata dia, sedang dalam proses penyerahan ke Pemerintah Kota Tangerang Selatan. "Setelah diserahkan, tergantung pemda mau dibangun Polres atau apa pun," kata Idham.

 

Usul tentang pembentukan Polres Tangerang Selatan itu muncul lantaran tingginya angka kriminalitas di kota tersebut (lihat: Tangerang Selatan Rawan Kejahatan). Mulai dari kasus pencurian hingga kasus terorisme.

Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Irfing bahkan menilai pembentukan Polres Tangerang Selatan sudah mendesak. "Namun personelnya minim, sehingga belum memungkinkan dibentuk dalam waktu singkat," katanya.

 

Bos Sinar Mas Satu-satunya WNI di Daftar 200 Orang Kaya Dunia

Posted by benny.bsdcity on December 17, 2013 at 11:40 PM Comments comments (0)

Tuesday, 17 December 2013

JAKARTA, BERITASATU.COM

Bloomberg kembali meluncurkan "Bloomberg Billionaires Index", yakni daftar 200 orang super kaya di dunia pada periode Desember.

 

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip Selasa (17/12), Bos Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar orang super tajir di planet ini di peringkat ke-179 dengan kekayaan US$ 7,2 miliar (Rp 87 triliun). Adapun pemilik BCA dan Grup Djarum dua bersaudara Budi dan Robert Hartono terlempar dalam daftar orang kaya teranyar yang dirilis Bloomberg ini.

 

Dibandingkan kuartal sebelumnya 2013, peringkat Eka Tjipta sebenarnya turun. Sebagai gambaran, per 13 September 2013 Eka Tjipta masih bercokol di peringkat 139 daftar orang terkaya dunia dengan kekayaan senilai US$ 8,4 miliar. Adapun Budi dan Robert Hartono, masing-masing di posisi 176 dan 177 dengan kekayaan US$ 7,3 miliar dan US$ 7,2 miliar.

 

Merujuk data tersebut, kekayaan Eka Tjipta per 16 Desember 2013 mencapai US$ 7,2 miliar. Dari total itu, aset dalam bentuk uang tunai mencapai US$ 1,3 miliar (Rp 15 triliun). Sementara itu, sisanya dalam bentuk saham atau kepemilikan perusahaan.

 

Dibandingkan sehari sebelumnya, kekayaan Eka Tjipta berkurang US$ 75,9 juta atau sekitar Rp 913 miliar (1,0 persen), sedangkan sejak awal tahun (year to date), nilai kekayaan Eka Tjipta hanya berkurang US$ 717,2 juta (9,0 persen) atau sekitar Rp 8,68 triliun.

 

Eka Tjipta tercatat memiliki perusahaan penghasil kelapa sawit kedua terbesar dunia, Golden Agri-Resources, dengan kepemilikan saham lebih dari separuh. Eka Tjipta juga menguasai 61 persen saham Sinar Mas Multiartha, yang membawahi beberapa perusahaan pembiayaan, termasuk Bank Sinarmas.

 

Eka Tjipta juga dikenal memiliki bisnis properti, yakni Sinarmas Land, Bumi Serpong Damai, Duta Pertiwi, serta bergerak di bidang pulp and paper melalui PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Belum lagi di sektor pembangkit tenaga listrik, tambang batubara, dan telekomunikasi melalui PT Smartfren Telecom Tbk

 

Berikut perincian kekayaan Eka Tjipta di sejulmlah perusahaannya per 16 Desember 2013:

1. Golden Agri senilai US$ 2,8 miliar

2. Sinar Mas Land US$ 762,2 juta

3. Dian Swastika Sentosa US$ 515,4 juta

4. Sinar Mas Multiartha US$ 993,3 juta

5. Bund Center Investment US$ 426,3 juta

6. Indah Kiat Pulp Paper Tbk 343,6 juta dollar AS

7. Tjiwi Kimia US$ 119,9 juta

8. Smartfren US$ 50,8 juta

 

Adapun posisi teratas orang terkaya di dunia masih diduduki oleh pendiri Microsoft Bill Gates, dengan kekayaan US$ 76,4 miliar. Posisi kedua ditempati miliarder Meksiko Carlos Slim US$ 71,6 miliar. Berikutnya adalah pengusaha Spanyol Amancio Ortega US$ 63 miliar, pemilik Berkshire Hathaway Warren Buffett senilai US$ 58,4 miliar dan orang terkaya asal Swedia Ingvar Kamprad dengan kekayaan US$ 56,0 miliar.

 

Dalam daftar 200 orang terkaya dunia versi Bloomberg itu juga disebutkan total kekayaan mereka mencapai US$ 3 triliun atau sekitar Rp 30.000 triliun.

 

Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo/WBP

 

Sumber:Bloomberg

 

Gudang di BSD City Dibanderol Rp 4,4 Miliar

Posted by benny.bsdcity on December 17, 2013 at 11:40 PM Comments comments (0)



Sunday, 15 December 2013

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM

Sinar Mas Land meluncurkan Taman Tekno Tahap 8 Extention di BSD City seluas kurang lebih 7,4 hektar yang merupakan bagian pengembangan kawasan industri dan pergudangan seluas kurang lebih 200 hektar di Taman Tekno BSD City.

 

Taman Tekno Tahap 8 Extention berada di lokasi terdepan di kawasan Taman Tekno BSD, serta memiliki lokasi yang strategis karena dapat diakses dari 2 jalan tol, yaitu Tol Kebon Jeruk - Tangerang - Merak dan tol BSD City - Pondok Indah - Cawang - Jagorawi - Cikampek.

 

Lokasi ini juga mudah diakses dari dan ke Bandara Internasional Soekarno - Hatta serta pelabuhan laut Merak & Tanjung Priok. Penjualan perdana Taman Tekno Tahap 8 Extention dimulai pada hari Kamis, 12 Desember 2013.

 

Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land Ishak Chandra dalam siaran pers-nya hari ini mengungkapkan, pergudangan Taman Tekno Tahap 8 Extention yang diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan ruang kawasan komersial dan pergudangan yang ditempatkan secara khusus di kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

 

Taman Tekno Tahap 8 Extention memiliki desain modern dan dibangun secara khusus agar bersifat multiguna sehingga dapat digunakan untuk kantor, workshop, hingga showroom. Hal ini menjadi aspek yang sangat diperhatikan agar seluruh kebutuhan konsumen dalam menjalankan bisnisnya bisa terpenuhi secara baik.

 

"Kawasan pergudangan terbaru di BSD City ini menyediakan unit yang sangat terbatas yakni sejumlah 36 unit gudang, yang terbagi dalam 4 tipe, yakni Onyx dan Carnelian dengan LT/LB 360m2/225m2, tipe Jasper dengan LT/LB 420m2/297m2 serta 6 unit Kavling," katanya. Bangunan di kawasan pergudangan itu dijual mulai dari Rp 4,4 Miliar.

 

Sinar Mas Land Jual Cluster Baru di Harga Rp1,8 Miliar

Posted by benny.bsdcity on December 17, 2013 at 11:35 PM Comments comments (0)



Friday, 13 December 2013

JAKARTA, NERACA.CO.ID

Mengusung konsep Green Urban Living, PT Sinar Mas Land menawarkan sebanyak 84 unit dari Cluster Prestigia yang baru diluncurkannya di kawasan BSD City, Tangerang. Dari total unit yang ditawarkan, pengembang properti ini menawarkan berbagai tipe di harga yang cukup fantastis. "Dengan beragam keunikan dan keunggulan dari Cluster Prestigia tersebut, kami membuka harga mulai dari Rp 1,8 miliar, di luar PPN," kata Ishak Chandra dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (12/12).

 

Cluster tersebut, menurut dia, dikembangkan diatas lahan seluas 11,65 hektar dan berada di area High Value (kawasan elite BSD dan sekitarnya). Tepatnya, berlokasi di pusat amusement dan bisnis BSD City, 500 meter dari Indonesia International Exhibition and Convention Center (IIECC), Edutown, serta AEON Mall. Total unit yang ditawarkan, yaitu sebanyak 84 unit yang terdiri dari lima tipe, antara lain Type 116, Type 118, Type 142, Type 184, Type 228, dan Kavling.

 

Untuk penjualan perdananya, kata dia, telah dimulai pada 4 Desember 2013, dan diluncurkan secara resmi pada 8 Desember lalu. Unit ini dipasarkan dengan optimalisasi bangunan dan penempatan ruang sehingga pihak pembeli tidak perlu kesulitan untuk menambah atau merenovasi bangunan. "Melalui Cluster Prestigia kami memberikan solusi bagi kebutuhan hunian masyarakat yang nyaman, aman, berkualitas, sekaligus memiliki nilai investasi tinggi." jelasnya.

 

Cluster ini, sambung dia, dilengkapi dengan fasilitas kawasan seperti Club House seluas 1,4 Ha yang memiliki lounge dan swimming pool, serta Master Bedroom berlantai parquette untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi setiap penghuninya. Selain itu, juga dilengkapi taman Interconnecting Garden, dan Central Garden dengan luas 4.060 m2. "Sesuai dengan nama dari Cluster ini sendiri dengan mengusung konsep Green Urban Living." ujarnya.

 

Sementara untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi para penghuninya, seluruh unit di cluster dilengkapi juga dengan CCTV system danAutomatic Access Card, yang tentunya menjadi nilai tambah bagi sebuah hunian dambaan keluarga.

 

Asal tahu saja, Cluster Prestigia merupakan yang ketiga dari lima cluster yang rencananya akan dibangun secara bertahap di The Eminent, kawasan hunian eksklusif di BSD City yang dikembangkan di atas lahan seluas 45 hektar. The Eminent sendiri berlokasi di tengah kota mandiri BSD city yang rencananya akan dilengkapi berbagai fasilitas hiburan, bisnis, dan edukasi, serta memiliki kemudahan akses transportasi. Diketahui, sebelumnya meluncurkan cluster Prestigia, The Eminent telah lebih dulu meluncurkan Cluster Ingenia dan Illustria. (lia)

 

Floating Castle & Froggy Edutography Berwisata & Tempat Anak Deklarasikan Cita-cita

Posted by benny.bsdcity on December 11, 2013 at 11:45 AM Comments comments (0)



Sunday, 17 November 2013

 

BANTEN, INILAH.COM

Floating Castle menjadi tempat wisata terbaru di BSD, Serpong, Tangerang, Banten. Tak hanya itu, hadirnya Froggy Edutography di Floating Castle siap antar anak-anak Indonesia mewujudkan cita-citanya.

 

"Kami diundang untuk melihat tempat ini, tempat yang menjadi tempat ekonomi kreatif dan kunjungan pariwisata. Floating Castle memiliki dua dimensi, keunikan, kekhasan. Jadi pantas dan memenuhi persyaratan untuk tempat pariwisata. Ini pengakuan pemerintah," ungkap Frans Teguh, Direktur Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf di acara 1.000 Anak Indonesia mendeklarasikan cita-cita bersama Froggy Edutography di Floating Castle, BSD, Tangerang, Banten, baru-baru ini.

 

Fernando Iskandar, Pendiri dan CEO Froggy Edutography di Floating Castle menambahkan dengan mengatakan, "Semoga Floating Castle ini bisa menjadi tempat kunjungan wisata, khususnya wisata malam hari karena kami menghadirkan tata pencahayaan dengan maping yang sesuai tema."

 

Sejauh ini, Kemenparekraf mengharapkan tak hanya sebagai tempat kunjungan wisata saja, Froggy Edutography di Floating Castle tersebut juga sanggup menghadirkan momentum pengalaman bagi pendidikan anak.

 

"Ini sistematis memajukan kualitas anak. Ini out of box, wonderful student, wonderful asset dan wonderful talented heroes di masa mendatang," kata dia.

 

Fernando lantas mempertegas Floating Castle atau Istana Melayang akan mengajak anak-anak meraih keberhasilannya.

 

"Tetapi kami di sini lebih berusaha membuat orangtua, anak dan Froggy seperti anak panah dan busurnya. Kami melibatkan orangtua demi keberhasilan anaknya dari awal sampai akhir," terang dia. [aji]


Rss_feed